Penyebab gangguan tidur pada perempuan adalah:
1.Stres psikis.
Ada anggota keluarga yang meninggal dunia,
menghadapi ujian, kecelakaan lalu lintas,
putus cinta.
Secara statistik, 34% perempuan sering mengalami hal ini
dibanding 22% pada laki-laki.
Kemungkinan karena perempuan lebih sensitif.
2.Gangguan mitra tidur.
Kurang lebih 17% perempuan mengeluh sulit tidur
karena mitra tidurnya memiliki kebiasaan mendengkur
dan hanya 5% laki-laki mengeluhkan penyebab serupa.
3.Pekerja malam, perawat rumah sakit,
penjaga malam, buruh pabrik.
Mereka yang bekerja pada malam hari
ternyata lebih sering mengalami gangguan tidur.
Parahnya lagi mereka lebih sering
mengalami gangguan siklus haid,
dan sukar untuk hamil.
4.Terkait dengan haid.
Hormon progesteron bersifat
menimbulkan rasa tenang dan rasa kantuk.
Hormon progesteron akan meningkat pada masa ovulasi,
yaitu kurang lebih pada hari 12-14 dari siklus haid.
Beberapa perempuan akan mengalami
rasa lemas
dan kantuk yang berlebihan.
5.Gangguan tidur mulai terjadi ketika hormon progesteron
mulai menurun, yaitu beberapa hari menjelang datangnya haid
(Hari 22-28 dari siklus haid).
Perempuan akan lebih sering terbangun,
tidur kurang nyenyak,
atau terbangun dengan perasaan yang tidak segar.
6.Terkait dengan hamil.
Pada masa hamil juga terjadi perubahan-perubahan
yang
dapat mengganggu tidur.
Pada kehamilan 1-3 bulan, hormon progesteron mulai meningkat,
menimbulkan rasa kantuk pada beberapa perempuan.
Rahim yang membesar mulai mendesak kandung kemih,
sehingga perempuan hamil sering terbangun beberapa kali untuk berkemih.
7.Pada kehamilan 4-6 bulan,
Hormon progesteron mulai stabil.
Rahim sudah tidak lagi mendesak kandung kemih.
Perempuan hamil akan merasakan
masa-masa tidur yang paling nikmat.
Hampir tidak ada gangguan tidur pada usia kehamilan ini.
8.Pada kehamilan 7-9 bulan,
Mulai terjadi gangguan tidur.
Adanya rasa panas di daerah dada, rasa gerah,
hidung tersumbat, kram pada tungkai bawah,
lebih sering berkemih akan mengganggu kualitas
dan kuantitas tidur perempuan hamil.
Sekitar 97% perempuan akan lebih sering
terbangun tengah malam dan sukar tidur kembali.
30% perempuan yang tidak pernah mendengkur
akan tidur dengan mendengkur.
9.Masa menopause.
Produksi hormon estrogen mulai menurun,
membuat 30%-40% perempuan lebih sering terbangun
di tengah malam karena keringat yang banyak,
rasa jantung berdebar, atau timbul keluhan rasa panas
di dada dan kepala.

